Monday, October 3, 2016

BEKISTING HORISONTAL: Tabel Bekisting Slab

Kualitas bentuk hasil cor beton ditentukan oleh kualitas dari bekistingnya. Pemilihan tebal plywood, bahan dari secondary beam dan main beam sangat menentukan bentuk dari beton. Untuk mempermudah perencanaan dan pelaksanaan bekisting slab, Berikut saya sajikan Tabel bekisting Slab, yakni komposisi antara tebal slab, tebal plywood beserta jarak secondary beam / suri suri serta jarak kaki scaffolding berdasarkan jenis bahan main beam / balok utamanya.
READ MORE

Definisi Kolom Beton

Kolom Beton

Secara Umum definisi dari Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok.Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996).
Khusus Kolom Beton, SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.
Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin.Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.
Menurut Nawy EG, Reinforced Concrete,1985 :Elemen struktur dikatakan sebuah kolom jika elemen struktur tersebut mampu menahan beban aksial tekan lebih besar dari 10% luasan penampang dikalikan mutu betonnya, atau :

Pu < 0,1 . fc . Agr. 

Pada kenyataannya kolom tidak hanya mengalami beban tekaan aksial saja. Perbedaan bentang balok , letak kolom yang tidak simetris maupun perbedaan tebal pelat serta pengaruh beban lateral akibat gempa dan angin mengakibatkan adanya eksentrisitas sehingga menimbulkan momen. Maka dikatakan suatu kolom mengalami beban aksial dan Momen secara bersamaan, serta hampir tidak ada kolom yang mengalami beban aksial secara sempurna (Chu Kia Wang dan Salmon CG, Reinforced Concrete Design,1985 hal 484).
Dalam buku struktur beton bertulang (Istimawan Dipohusodo, 1994) ada tiga jenis kolom beton bertulang yaitu :
1. Kolom menggunakan pengikat sengkang lateral. Kolom ini merupakan kolom beton yang ditulangi dengan batang tulangan pokok memanjang, yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat sengkang ke arah lateral. Tulangan ini berfungsi untuk memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya.
2. Kolom menggunakan pengikat spiral. Bentuknya sama dengan yang pertama hanya saja sebagai pengikat tulangan pokok memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus di sepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan terwujud. 
3. Struktur kolom komposit merupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah memanjang dengan gelagar baja profil atau pipa, dengan atau tanpa diberi batang tulangan pokok memanjang.Untuk kolom pada bangunan sederhana bentuk kolom ada dua jenis yaitu kolom utama dan kolom praktis.
1. Kolom Utama
Yang dimaksud dengan kolom utama adalah kolom yang fungsi utamanya menyangga beban utama yang berada diatasnya. Untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah 3.5 m, agar dimensi balok untuk menompang lantai tidak tidak begitu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3.5 meter, maka struktur bangunan harus dihitung. Sedangkan dimensi kolom utama untuk bangunan rumah tinggal lantai 2 biasanya dipakai ukuran 20/20, dengan tulangan pokok 8d12mm, dan begel d 8-10cm ( 8 d 12 maksudnya jumlah besi beton diameter 12mm 8 buah, 8 – 10 cm maksudnya begel diameter 8 dengan jarak 10 cm).
2. Kolom Praktis adalah kolom yang berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3,5 meter, atau pada pertemuan pasangan bata, (sudut-sudut). Dimensi kolom praktis 15/15 dengan tulangan beton 4 d 10 begel d 8-20.
Demikian ulasan sederhana ini, semoga bermanfaat.

READ MORE

Thursday, January 1, 2015

PEDOMAN ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN 2013


Pedoman ini merupakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No. 11/PRT/M/2013 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum yang menetapkan langkah-langkah menghitung harga satuan dasar (HSD) upah tenaga kerja, HSD alat dan HSD bahan, yang selanjutnya menghitung harga satuan pekerjaan (HSP) sebagai bagian dari harga perkiraan sendiri (HPS), dapat digunakan pula untuk menganalisis harga perkiraan perencana (HPP) untuk penanganan pekerjaan bidang pekerjaan umum.
Penanganan pekerjaan meliputi preservasi atau pemeliharaan dan pembangunan atau peningkatan kapasitas kinerja bidang pekerjaan umum, yaitu pada sektorSumber Daya Air, Bina Marga dan Cipta Karya.Pekerjaan dapat dilakukan secara mekanis dan/atau manual.
Pekerjaan yang dilaksanakan secara manual, tersedia tabel indeks bahan dan indeks upah,sementara untuk pekerjaan yang dilaksanakan secara mekanis, penetapan indeks atau koefisien dilakukan melalui proses analisis produktivitas.
Bagi yang memerlukan pedoman AHSP ini silahkan ambil di sini, jangan lupa meninggalkan jejak berupa koment atau like nya..terimakasih
READ MORE

Sunday, September 4, 2011

Formwork Striking/Bongkaran Bekisting Pelat untuk sistem Slab & Beam

Formwork
Sangat sedikitnya referensi mengenai bongkaran bekisting /formwork striking atau removal of formwork menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk membuat bahasan tersebut. Jika kita lihat kurikulum di perkuliahan jurusan teknik sipil di berbagai kampus, mungkin materi perkuliahan tentang bekisting/formwork sangatlah sedikit. Karena itu wajar apabila masalah bekisting/formwork ini terutama mengenai hal waktu pembongkaran bekisting dalam sebuah proyek seperti gedung  selalu menjadi diskusi yang ‘menarik’. Ya..,Saya katakan saja  ‘menarik’ karena kesepahaman antara waktu yang tepat atau waktu diperbolehkannya untuk membongkar bekisting akan berbeda antara satu proyek dengan proyek lainnya.
Dalam postingan ini,para pembaca tidak akan menemukan teori teori tentang faktor faktor yang menentukan terhadap waktu yang tepat kapan saat bongkaran bekisting bisa dilaksanakan tanpa kerusakan permanen pada slabs seperti akibat lendutan yang melampaui ijinnya dan crack yang berlebihan. Biarlah itu menjadi tugas dari para ahlinya seperti Tim Penyusunan Standardisasi di negeri ini.Karena saya sendiri boleh dikatakan seorang praktisi yang pernah berkecimpung di dunia bekisting/formwork, maka disini saya hanya membuat sebuah prediksi dan simulasi susunan penyediaan bekisting dan perancah sehingga distribusi pembebanan pada level tertentu pada lantai gedung bisa menjadi sebuah gambaran dalam pendistribusian beban akibat pekerjaan bongkaran bekisting dan reshoring dengan acuan dari ACI 318 Chapter 6 di bawah ini: Sebelum mulai dengan pembahasan, saya mohon maaf jika pembahasannya sangat singkat, hal ini harap dimaklumi mengingat rumitnya dan banyaknya materi pembahasan yang tidak mungkin dituangkan dalam postingan ini, karena untuk menjadi project planner di dunia bekisting/formwork pun memerlukan waktu pembelajaran yang tidak singkat.
Oke..mari kita mulai ..,
1.Data Proyek
Lantai Typikal


Tebal Slab                                 =15 cm
Mutu Beton                               = 35 MPa
Mutu Besi Tulangan                    = 400 MPa
Siklus Cor                                  = 7 hari
2. Penentuan Rencana/Prediksi bongkaran Bekisting Slab
Setelah mempunyai data seperti di atas, selanjutnya kita akan membuat Rencana/prediksi Bongkaran Bekisting slab,misalkan seperti berikut ini:
Bekisting lantai       = 5 hari setelah cor dan di shoring dengan Pipe Support
Bekisting Balok      = 8 hari setelah cor dan di shoring dengan Pipe Support
Pipe Support          =21 hari setelah cor
3. Simulasi Siklus Cor Lantai
Jika rencana bongkaran bekisting sudah ditentukan, buatlah simulasi siklus cor lantai seperti ini:
Dari gambar diatas, sekarang kita dapat mengetahui bentuk susunan bekisting,scaffolding dan shoring pada proyek yang akan dibangun tersebut.Kemudian untuk menganalisa bongkaran tiap lantai,pembebanan yang terjadi telah dapat di ketahui, seperti misalnya kondisi pada lantai 2 dan lantai lainnya seperti B2,B1 dan seterusnya, dimana ketika akan dilakukan pekerjaan bongkaran bekisting ternyata dilantai atasnya telah terjadi kegiatan pemasangan besi tulangan slab.  
4. Pola Pembebanan untuk bongkaran Bekisting/Formwork
Selanjutnya mari kita tentukan pembebanan pada lantai yang bekisting nya akan dibongkar . Dalam menentukan besarnya beban yang bekerja, tiap Negara tentu mempunyai peraturan pembebanan masing masing seperti pernah di muat pada posting Bekisting Horisontal.
Sekarang kita Tinjau lantai B2:

Dari gambar di atas maka dapat di ketahui Pola pembebanan di Lt B2 adalah sebagai berikut:
1. Berat sendiri Slab beton         = 0,15 m x 2400 kg/m3 = 360 kg/m2
2. Beban Hidup Lt B2                 = 150 kg/m2
3. Beban Formwork Lt B3                   = 75 kg/m2 (tergantung jenis bekisting)
4. Beban Besi Tulangan Lt B3     = 30 kg/m2
5. Beban Hidup Lt B3                 = 150 kg/m2
Hufffh..rehat sejenak he..he..ternyata sudah panjang tulisannya..Oke, kita
5. Analisis Slab akibat Beban pada point 4
Dari data pembebanan pada point 4, selanjutnya kita bisa mencari Momen Maksimum dan Lendutan maksimum yang terjadi akibat beban beban tersebut. Caranya silahkan dengan kebiasaan masing-masing. Jangan lupa,mutu beton sesuai dengan umur beton slab yang ditinjau seperti dalam contoh kita ini adalah umur beton 5 hari.
Karena prediksi bongkaran bekisting/formwork ini dibuat sebelum proyek pembangunan gedung belum dimulai, maka data laboratorium pengujian mutu betonnya tentu belum ada. Akan tetapi hal ini tidakmenjadi kendala karena kita bisa memasukan nilai fc beton sesuai dengan pengalaman proyek yang pernah kita laksanakan ..lihat hubungan hasil tes uji tekan beton..yang nantinya kita sesuaikan kembali pada saat proyek tersebut telah berjalan.
Langkah selanjutnya adalah menghitung Momen Resistance (MR) penampang slab tebal 15 cm tersebut, kemudian bandingkan dengan nilai Momen Maksimum tadi. Jika hasilnya MR > Mmax…maka slab tersebut pada usia 5 hari sudah boleh di bongkar.
Kemudian Modulus Elastisitas beton bisa di hitung dengan formula: E = 4700 (f'c^0,5 ), dimana f’c dalam satuan MPa. Ini diperlukan untuk menghitung jumlah pipe support pada area slab yang di bongkar bekistingnya.
6. Metode Bongkaran Bekisting/Formwork
Mengingat waktu bongkaran yang relative singkat, dalam hal ini yang dimaksud dengan ‘relative singkat’ yaitu usia beton diatas 3 hari, Tentunya akan mempengaruhi kualitas dari beton tersebut. Crack akibat lendutan yang melampaui ijinnya serta akibat pembongkaran bekisting/formwork yang tidak memenuhi aturan akan sangat merugikan.
Untuk itu, harus ada prosedur pembongkaran bekisting/formwork yang baik. Pembongkaran bekisting/formwork harus dilakukan dengan hati-hati dan diawasi secara ketat. Minimal Pembongkaran bekisting lantai sistim slab dan beam dilakukan dengan cara sebagai berikut:
-         Bongkaran Bekisting dimulai dari yang termudah, yaitu pada pertemuan panel/plywood slab dengan bagian sideform balok.
-         Bongkaran dilakukan per panel atau per lembar plywood dan langsung di shoring misal dengan pipe support( mengenai shoring, semoga ada kesempatan untuk membahasnya pada kesempatan lain )
-         Setelah area slab yang dimaksud telah selesai di shoring, lakukan pengamatan secara rutin pada pipe support. Jika pipe support melengkung secara ekstrim, artinya perlu ada penambahan shoring/pipe support.
-     Dengan adanya pembongkaran bekisting/formwork, tentunya proses kehilangan air pada penampang beton akibat terjadinya penguapan akan semakin besar. Untuk itu perlu adanya pemeliharaan beton pasca bongkaran bekisting setidaknya 5 hari sesudahnya.




READ MORE

Saturday, August 27, 2011

Minyak Atsiri sebagai Campuran Umpan Pancing Ikan

Kali ini saya membuat judul postingan yang boleh di bilang agak aneh.Meski nantinya blog ini terkesan ‘campursari’,tapi menurut saya tidak ada salahnya untuk membuat semacam artikel resep/tips berdasarkan cerita pengalaman pribadi.
Pada awalnya, ada seorang bapak yang rutin membeli minyak nilam ke pabrik penyulingan minyak nilam yang saya kelola di kota garut.Secara rutin Dia membeli minyak nilam dengan volume 1 Kg tiap 2 minggu sekali.Bahkan kesininya dia mulai pesan minyak atsiri jenis lain seperti minyak Sereh wangi (Citronella oil),minyak Sirih (Piper Bettle oil)dan minyak Akar wangi (vertiver oil).
Singkat cerita, karena seringnya dia membeli minyak, saya jadi tahu kalau ternyata bapak tersebut ternyata seorang penjual alat pancing dan umpan ikan.Dia cerita bahwa minyak atsiri yang dia beli itu kemudian di jual dengan kemasan botol ukuran 5 – 10 cc. Menurutnya, pembeli minyak dalam kemasan botol tadi banyak dipesan oleh pemancing ikan dari daerah sekitar garut ,bahkan ada juga yang pesan dari daerah bandung serta sukabumi.Mereka menambahkan minyak tersebut pada umpan racikan mereka dengan dosis tertentu.
Sebagai orang yang awam di dunia pemancingan ikan, aku sendiri tidak tahu apa betul mencampurkan minyak atsiri tertentu dengan adonan umpan ikan bisa membuat umpan ikan tersebut menjadi jitu?..Penasaran dengan hal ini, pada suatu kesempatan ketika saya berkunjung ke rumah saudara di sukabumi, saya membawa minyak nilam untuk di berikan kepada saudaraku yang hobi mancing ikan di kolam pemancingan. Beberapa waktu kemudian ternyata saudaraku itu minta minyak lagi karena katanya setelah memakai minyak nilam tersebut dia menjadi sering dapat ikan meski tergantung jenis airnya (wah..aku gak ngerti deh dengan pengaruh air kolam ini juga).Yang saya tahu bahwa minyak nilam bersifat fiksatif yaitu mengikat wangi-wangian sehingga wangi-wangian seperti wangi perfume akan lebih lama menempel.Itulah mengapa minyak nilam digunakan sebagai bahan campuran parfume.
Akhir kata, mengenai resep umpan ikan ini saya serahkan kepada para pemancing mania......
READ MORE