Thursday, August 25, 2011

Minyak Atsiri : Teknologi Budidaya Atsiri

Melengkapi postingan Minyak Atsiri:Pendahuluan,Pada era globalisasi saat ini, dituntut kemampuan untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing. Teknologi yang efisien dan ramah lingkungan sangat diperlukan. Oleh sebab itu program penelitian lebih diarahkan kepada upaya mendapatkan varietas unggul dengan produktivitas tinggi yang tahan penyakit dan teknologi budidaya yang berbasis ekologi ramah lingkungan.
1. Kesesuaian Lingkungan
Melalui studi kesesuaian lingkungan, Balai Penelitian Tanaman obat dan aromatik (Balitro) telah memetakan beberapa komoditas seperti nilam, cengkeh, pala,ksyu manis,kapolaga dan sebagainya yang menguraikan wilayah wilayah yang sesuai untuk pengembangan suatu tanaman. Pemetaan diperlukan karena salah satu sebab rendahnya produktivitas tanaman adalah pengembangannya yang tidak di lokasi yang sesuai dengan persyaratan tumbuh. Peta kesesuaian yang dan iklim yang telah dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menentukan teknologi yang diperlukan mulai dari bahan tanam, kebutuhan pupuk, pola tanam hingga panen dalam suatu wilayah.
Tabel Persyaratan Tumbuh tanaman Atsiri:
2. Tindakan Agronomis
Tindakan agronomis diperlukan atas dasar evaluasi lahan. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian adalah kondisi kesuburan tanah baik sifat fisik, kimia dan biologi serta iklim. Sifat fisik terutama drainase dan tekstur tanah.Untuk lokasi yang tergenang dan tekstur liat dibutuhkan pembuatan saluran air (drainese). Tanah dengan kandungan N,P dan K yang rendah perlu pemupukan terutama pupuk kandang. Sementara tanah yang asam perlu pengapuran.
Pengembangan pola tanam campuran dan sistim rotasi atau campuran berpeluang untuk mereduksi populasi pathogen dalam tanah.Rotasi dapat memutuskan siklus hidup pathogen, meningkatkan populasi agen pengendali hayati dan tanah dapat bersifat suppressive terhadap patoge.
Tindakan konservasi seperti penggunaan mulsa dan pengairan diperlukan terutama untuk daerah yang beriklim kering. Pengendalian gulma diperlukan pada stadia awal pertumbuhan. Pengendalian gulma diperlukan untuk menghindari kemungkinan adanya sumber atau inang penyakit. Khusus untuk tanaman atsiri semusim, diperlukan teknik pergiliran tanaman/rotasi dengan tanaman lain sehingga dapat memutus siklus OPT (organisme pengganggu tanaman).Penggunaan tanaman yang bersifat repellent (pengusir serangga) seperti serai wangi terbukti efektif untuk menekan serangan OPT pada tanaman perkebunan.
3.Penggunaan bahan organik
Bahan organik merupakan komponen penting dalam budidaya tanaman karena memperbaiki sifat biologi, kimia dan fisik tanah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang sekam,limbah daun cengkeh,kotoran sapi dan kotoran kambing merupakan bahan organik yang dapat digunakan dalam budidaya tanaman atsiri. Begitu pula dengan limbah sisa hasil penyulingan tanaman atsiri seperti limbah nilam dan serai wangi, setelah diolah menjadi kompos.
Untuk menentukan berapa pupuk organik yang diperlukan sebaiknya tanah di analisa terlebih dahulu.Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi tidak perlu diberikan pupuk kandang dengan dosis tinggi. Pada tanaman yang dipanen batang dan daun seperti nilam, umumnya hara yang terangkut cukup tinggi sehingga dosis pupuk organik yang diberikan dalam sistim pertanian organik relatif tinggi yaitu antara 10 – 20 ton/Ha.
4.Agen Pengendali Hayati dan Pestisida Hayati
Salah satu faktor pembatas produksi dalam bidang pertanian adalah hama tanaman.Beberapa jenis pestisida nabati cukup efektif terhadap beberapa jenis hama, diantaranya mimba, biji bengkuang,akar tuba,abu serai dapur,kayu manis,minyak atsiri selasih dan brotowali (Kardinan, 2009) serta pestisida nabati berbahan aktif minyak cengkeh, kayu manis dan serai wangi (Djazuli dan Sukamto,2008).
Selain pestisida nabati,penggunaan agensia hayati (mikroba)yang bersifat antagonis terhadap patogen penyebab penyakit perlu menjadi perhatian. Agensia pengendali hayati adalah grup mikroorganisme yang digunakan untuk pengendalian penyakit tanaman secara biologi(Meisak,2010).
Secara keseluruhan,pada teknologi budidaya yang ramah lingkungan, aspek lingkungan dan kesehatan menjadi faktor utama. Untukmendapatkan produksi dan mutu atsiri yang tinggi,teknologi mulai dari perbanyakan bahan tanaman hingga pemanenan harus sesuai SOP (Standard Operational Procedure) dan bertitik tolakkepada kondisi lahan, seperti pemilihan lokasi yang sesuai,teknologi pemupukan dengan pupuk organik, penanaman sesuai anjuran seperti bibit yang sehat dan varietas unggul,pemeliharaan serta panen tepat waktu dan tepat umur.

2 comments:

  1. postingan yang bagus tentang Minyak Atsiri : Teknologi Budidaya Atsiri

    ReplyDelete
  2. bagus ...hye..juz follow ur blog..hope u can visit n follow me back..tq..

    ReplyDelete