Tuesday, June 21, 2011

Hubungan Hasil Tes Uji Tekan Beton dengan Bongkaran Bekisting

Untuk mengetahui Mutu beton yang akan digunakan dalam sebuah proyek diantaranya adalah dengan melakukan :
  1. Uji Slump, untuk mengetahui kadar air atau keenceran adukan beton
  2. Uji Kuat Tekan, diuji dengan standar ASTM C39-86 dengan pemberian beban tekan incremental/bertahap pada silinder beton (diameter 150 mm, tinggi 300 mm) sampai hancur. umumnya dibuat 9 sample dimana 3 digunakan untuk test pada saat umur beton 7hari (misal kekuatan beton 70 % dari fc'), 3 pada saat umur beton 14 hari (misal kekuatan beton 85-90 % dari fc') dan sisanya untuk 28 hari (kekuatan beton 100 % dari fc')
Seperti diketahui, umumnya pekerjaan bekisting pada proyek sipil dengan volume beton yang besar biasanya dikerjakan oleh sub kontraktor atau bisa dengan sistem rental. Data hasil Uji tekan yang dikeluarkan oleh laboratorium seperti pada point 2 di atas tentunya sangat penting terutama bagi para engineer proyek, diantaranya untuk kegiatan bongkaran Bekisting  .
Berbicara tentang lamanya bongkaran bekisting tentunya akan menyangkut pada besaran biaya borongan bekisting atau harga rental alat bekisting disamping mutu dari hasil cor beton yang tetap harus baik dan terhindar dari crack atau retakan beton akibat bongkaran bekisting sebelum beton mencapai kekuatan maksimalnya.

Untuk menentukan berapa lama bekisting dapat di bongkar tanpa menimbulkan crack atau lendut pada balok atau lantai beton tentunya harus melalui prosedur ijin bongkar dari konsultan serta hasil analisa statik terhadap umur beton.

Waktu yang tepat untuk melakukan  Bongkaran bekisting tentunya tergantung pada bagian struktur beton dan kelas beton yang digunakan serta metode bongkaran yang digunakan. Contohnya Bongkaran pada kolom beton bisa dilakukan 12 jam setelah pengecoran, kemudian pada Lantai dengan sistem balok, bekisting slab beton boleh lebih dulu di bongkar pada umur beton minimal 6 hari dengan syarat langsung di shoring atau di tumpu oleh pipa support pada jarak tertentu, sementara balok nya di bongkar pada umur 10 hari. Kemudian Bagaimana dengan Lantai sistem Flat slab yang tidak ada baloknya karena diganti drop panel ?...wah…jadi terlalu panjang deh bahasannya……

Intinya semua itu perlu di lakukan analisa statik, dengan memasukan umur beton pada saat bongkaran akan dilakukan. Mohon maklum jika bahasannya terlalu melebar…maklum biasa membaca…jadi begitu menulis malah susah..hmmm


Dengan demikian, ada baiknya jika seorang engineer proyek khususnya engineer dari pihak subkon bekisting untuk membiasakan diri membuat dokumentasi data hasil uji tekan beton pada tiap proyek untuk memudahkan perhitungan bongkaran bekisting. Mengapa hal ini perlu?..karena harga kontrak bekisting tentunya berdasarkan jumlah penyediaan per lantai ,sementara perhitungan bongkaran bekisting tentunya berdasarkan kuat tekan beton yang diasumsikan karena betonnya belum ada…!!!. Jika harga penawaran yang diajukan adalah 2 Lantai susunan perancah + bekisting  dan 2 lantai pipe support ternyata pada pelaksanaannya malahan menjadi 3 Lantai susunan perancah + bekisting  dan 2 lantai pipe support bisa repot…alias rugi…

Untuk menghindari hal tersebut, minimal subkon bekisting menyertakan perhitungan statik bekisting dan bongkaran bekisting berdasarkan data hasil Uji Tekan Beton pada proyek-proyek sebelumnya sesuai kelas betonnya baik beton normal  ataupun beton dengan admixture.

Berikut ini adalah contoh sederhana Grafik Kuat Tekan Beton pada proyek Apartemen di kawasan SCBD  Sudirman Jakarta. Data tersebut adalah hasil uji tekan umur beton 7hari, 14 hari dan 28 hari. Dengan bantuan grafik ini minimal kita bisa mengasumsikan kuat tekan beton pada umur 5 hari,6 hari sesuai kebutuhan untuk menghitung bongkaran bekisting.


13 comments:

  1. kl gbr bekisting kang ak butuh nih yg irit gitu

    ReplyDelete
  2. mas alam...irit itu relatif...dalam dunia konstruksi,khususnya bekisting minimal ada 3 faktor utama yang mesti dipenuhi,yaitu kekuatan,stabilitas dan ekonomis..,3 faktor tadi tergantung kepada dimensi beton yang akan di cor,tingkat kesulitannya,system bekistingnya serta metode pengecorannya.Karena terlalu panjang,mungkin akan terbahas juga di postingan selanjutnya mengenai bekisting horisontal seperti lantai dan balok..juga bekisting tunnel...terimakasih.

    ReplyDelete
  3. Wah Blog yang sangan membantu
    Yang saya mau tanyaka :
    1.Dari grafik diatas kenapa bias bongkar 5 hari ..? trus apa di shoring atau tidak..?

    2.Saya sering kejadian beton sudah umur 14 hari tapi sama MK sering tidak boleh bongkar karena lantai atasnya belum di cor atau berhubungan dengan kontrak penyediaan material 2 lantai atau 3 lantai misalnya, tapi saya sering gerilya bongkarnya karena perlu materialnya, tapi akibatnya jadi ada surat kekantor dari MK nya, gimana ya solusinya untuk kasus yang seperti itu.?

    ReplyDelete
  4. Mas deni, terimakasih atas kunjungannya..
    Menjawab pertanyaan mas Deni akan memakan halaman yang banyak.mungkin pada postingan selanjutnya akan dibahas bab tersendiri tentang bongkaran bekisting lantai.Yang bisa saya jawab sekarang adalah sbb:
    1.Beton mutu tinggi seperti K-300 ke atas pada umur 3 hari biasanya sudah mampu menahan berat sendirinya.sehingga sudah bisa di bongkar.yang menjadi masalah adalah lendutan yang terjadi akan sangat ekstrim dan bisa menimbulkan crack pada penampang beton.sehingga perlu metode bongkar dan reproping/shoring yang baik.
    2.Yang bahaya justru jika melakukan bongkaran bekisting lantai pada saat lantai di atasnya sedang di cor.
    Solusi terhadap MK adalah:
    1.Bersama mainkont atau jika mainkont langsung yang melakukan pekerjaan bekisting, mereview lagi kontrak pekerjaan bekisting,metode bongkar serta prosedur ijin bongkarannya.
    2.Membuat analisa perhitungan bongkaran lantai pada umur ke sekian hari beserta perhitungan repropingnya,berapa jarak penempatan pipe supportnya.
    3.Pada dasarnya MK tidak mau jika terjadi retakan secelah rambutpun pada lantainya.Jika point 2 sudah disiapkan, maka anda harus mempresentasikan perhitungannya ke MK.Lebih baik jika dibuatkan juga metode bongkarnya, seperti membongkar panel bekisting secara tahap demi tahap dan langsung di reprop.
    sekian...

    ReplyDelete
  5. Mas, di tes uji tekannya dmn?tks

    ReplyDelete
  6. salam Blog !
    saya mau tanya ... saya baru 10 hari melakukan cor - ready mix lantai (kerangka besi) u/luasan ruang 4x6 dan 3x5,, nah... u/ruang 4x6 sudah saya bukan semua tiang2 gelam+papan coranya ,, "ada potensi kah ...terjadinya keretakan/ crack ? ?? apa solusinya ?? salam . Rido

    ReplyDelete
  7. tambahan nuhun mas ! kenapa ya saat berada diatas dek lantai jika teman saya menghentak ke lantai,,, terasa getaran kami yg berada 1m didekatnya ? salam Rido

    ReplyDelete
  8. Mas cara menghitung analisa kekuatan struktur beton balok pelat umur 10 hari

    ReplyDelete
  9. Mas saya mau nanya lantai 2 saya abis di cor lebarnya 4x4, tpi kapan tepatx saya lakukan pembokaran bekistingnya..trimah kasihh

    ReplyDelete
  10. Di RKS tentunya ada syarat syaratnya, akan tetapi jika membutuhkan percepatan misal effektifitas sewa scaffolding, pelat lantai bisa dibongkar di umur 7 hari dengan metode support,sementara untuk baloknya di umur 14 hari dan disupport juga sampai umur 21 hari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy baru nge dak 7hr lalu di ruang belakang, luas 7x3m.
      Kira² kapan bagusnya buka kayu² penyangga dak coran di musim hujan gini bah?

      Delete
  11. Artikel ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentang pengujian bahan ..

    Universal Testing Machine

    ReplyDelete